Industri Makanan Mulai Kekurangan Bahan Baku Akibat Langka Dan Mahal

Dalam kebijakan ceiling worth, pemerintah melakukan intervensi berupa harga tertinggi untuk komoditas tertentu. Kebijakan ceiling value diterapkan untuk mengendalikan harga, terutama pada kondisi inflasi, struktur pasar monopoli, dan untuk mengurangi disparitas harga. Menurut dia, saat ini komoditas yang sudah mulai terjadi kenaikan harga akibat kelangkaan pasokan yakni gula pasir. Bahkan, kelangkaan ini telah terjadi sejak tiga bulan sebelum adanya isu virus corona. Tanpa masalah virus corona tiga bulan sebelumnya gula susah dicari dan harganya sudah melambung,” kata dia. “Saat ini produk-produk tertentu mengalami perlambatan bahan baku terutama yang impor dari Tiongkok dan beberapa negara tertentu. Hampir sebentar lagi pada naik,” ujar Dewan Penasihat HIPPINDO, Tutum Rahananta di Jakarta, Rabu (11/3).

Namun tidak banyak yang tahu juga bahwa dari aktivitas impor dapat menciptakan suatu peluang bisnis. Sementara itu, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggrijono menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah preventif sebagai upaya untuk menjamik ketersediaan masker dan hand sanitizer di dalam negeri. Kemendag, lanjutnya, sudah mengundang produsen, distributor maupun pelaku usaha terkait dengan dua produk tersebut dan menghimbau untuk tidak melakukan ekspor, menaikkan harga dan menumpuk barang yang dapat menyebabkan kenaikan harga. Mengimpor kebutuhan pangan melalui mekanisme perdagangan internasional adalah suatu hal yang umum bagi negara-negara di dunia. Sangat langka suatu negara mampu memenuhi kebutuhan seluruh pangannya mandiri, tanpa suplai dari negara lain.

Pembekuan persetujuan ekspor dilandasi adanya data/informasi peningkatan kebutuhan di Indonesia akan bahan baku masker, masker, dan APD. Namun, pembekuan PE dapat dikecualikan untuk eksportir yang telah mendapatkan nomor dan tanggal pendaftaran PEB dari Kantor Pabean. Mekanisme persetujuan ekspor berlaku terhadap produk bahan baku masker, masker bedah, masker N-95, APD Coverall, dan surgical gown Indonesia. Pengajuan PE dilakukan melalui sistem Indonesia National Single Window yang terintegrasi dengan sistem Inatrade dengan persyaratan. Selanjutnya ekspor pupuk dan bahan kimia anorganik, senyawa organik atau anorganik dari logam mulia, dari logam tanah langka, dari unsur radioaktif dan dari isotop senilai USD45,17 juta.

Sistem distribusi suatu komoditas banyak ditentukan oleh beberapa faktor seperti model saluran distribusi, infrastruktur transportasi, pelabuhan, prosedur administrasi, moda transportasi, dan lain-lain. Sesama warga Negara Indonesia yang hidup di alam kemerdekaan, namun harus mengeluarkan uang yang lebih besar untuk mendapatkan barang tertentu. Hal tersebut, mengurangi tingkat kepuasan dalam mengkonsumsi suatu barang. Warga membutuhkan kehadiran Negara untuk mengatasi persoalan disparitas harga komoditas bahan-bahan pokok ini. Ini mengingat kondisi kelangkaan komoditas itu di Indonesia di tengah merebaknya virus corona atau COVID-19. Jika sebelum penyebaran virus corona masker dijual seharga Rp200 ribu per kotak dengan isi 20 buah, kini, menurut Yoyon, satu kotak masker N95 bisa dijual hingga mencapai Rp1,3 juta.

Ekspor bahan- bahan langka

Kemendag memiliki kewenangan untuk membekukan PE yang sudah diterbitkan dan/atau menolak pengajuan permohonan PE. Ia menambahkan, Kemendag tengah mengkaji insentif untuk meringankan biaya kargo laut bagi produk UMKM–yang pasti terbebani dengan kenaikan harga kontainer. Data Badan Pusat Statistik pun mencatat ekspor sedang dalam tren positif.

Ini dapat berkisar dari sumber daya yang terbatas dan berharga seperti minyak bumi hingga baju yang dirilis secara terbatas dari perusahaan pakaian desainer. Menurut Tauhid, saat ini negara yang diuntungkan adalah yang memiliki kedekatan geografis dengan Cina. Pertama, karena Cina menguasai mayoritas produksi dan pasokan kontainer dunia. Kedua, perdagangan lebih mudah dilakukan antar negara yang memiliki konektivitas darat. Lonjakan biaya juga terpaksa ditanggung pelaku usaha bila ada permintaan khusus dari pembeli yang tidak menoleransi keterlambatan pengiriman barang.